Pangkalpinang– Sepak bola Bangka Belitung (Babel) berada di titik nadir akibat dugaan kelalaian fatal dan “kezaliman” struktural oleh Asosiasi Provinsi (Asprov) PSSI Babel. Ratusan mimpi pesepak bola muda pupus total di tahun 2026 setelah pengurus Asprov secara sepihak memutuskan untuk tidak menggelar kompetisi bergengsi Soeratin U-13, U-15, dan U-17, serta kompetisi Liga 4.
Keputusan memalukan ini memicu kemarahan publik dan kini berisiko berujung ke ranah hukum.
Pembunuhan karakter sepak bola usia dini ini memantik reaksi keras dari Aliansi Masyarakat Pecinta Sepakbola Babel. Kelompok yang terdiri dari tokoh sepak bola, pemilik klub, orang tua pemain, dan suporter ini mengecam keras ketidakmampuan dan ketidaktransparan pengurus Asprov PSSI Babel di bawah kepemimpinan saat ini.
Bachtiar Hamid, Ketua Club sekaligus Pelatih Babel Jaya FC, salah satu tokoh kunci dalam Aliansi ini, tidak menyembunyikan kekecewaan mendalamnya saat ditemui di salah satu kedai kopi di Pangkalpinang bersama rekan-rekannya
Dengan nada tinggi dan tegas, Bachtiar menilai tindakan pengurus Asprov sebagai bentuk kejahatan terhadap masa depan generasi muda.
“Kami merasa sangat kecewa dengan pengurus Asprov PSSI Babel. Seharusnya mereka menggelar kompetisi tingkat Soeratin maupun Liga 4. Mereka zolim dengan anak-anak kita! Hak-hak anak Babel dirampas tanpa rasa bersalah,” ujar Coach Bachtiar Hamid dengan geram.
Kegeraman Bachtiar semakin memuncak ketika membahas alasan klasik yang sering dilontarkan pengurus ketersediaan dana. Menurut Aliansi, alasan tersebut tidak dapat diterima dan justru menunjukkan ketidakbecusan serta ketidaktransparanan dalam pengelolaan dana publik dan hibah.
“Jauh-jauh hari sebelum masa bakti berakhir, kita sudah pertanyakan kepada pengurus Asprov PSSI Babel, kapan ini di gelar?” Bachtiar menambahkan.
Namun, alih-alih keterbukaan, yang didapat adalah tembok kebuntuan informasi.
“Kita tahu kalau Asprov PSSI itu pasti dapat subsidi dari PSSI pusat untuk menggelar kompetisi di setiap provinsi masing-masing, dan juga ada dana hibah dari KONI Provinsi,” Bachtiar membeberkan.
“Kalau mereka tidak sanggup gelar karena dana terbatas, kan bisa kita rembuk. Ajak semua pemilik klub sepak bola Bangka Belitung untuk mencari solusi bukan dengan membiarkan seperti ini dan lari dari tanggung jawab!”lanjut Bachtiar
Ketidaksanggupan pengurus mengelola kompetisi adalah dosa tak berampun bagi Aliansi. Mereka menuntut pertanggungjawaban total dari pengurus lama.
“Kalau mereka nggak sanggup mengurus Asprov, silahkan mundur baik-baik! Mereka harus bertanggung jawab dengan masalah ini. Kami dalam hal ini meminta pengurus lama untuk tidak mencalonkan diri lagi sebagai ketua maupun pengurus Asprov PSSI Babel periode berikutnya,” tegas Bachtiar.
Tidak main-main, Aliansi tengah mematangkan langkah untuk melaporkan dugaan penyalahgunaan dana hibah dan penyelewengan wewenang ini ke lembaga penegak hukum. Mereka menilai tindakan Asprov Babel tidak hanya melanggar statuta PSSI,tetapi juga berpotensi menjerat mereka dengan pasal-pasal dalam Undang-Undang Tindak Pidana Korupsi (UU Tipikor), khususnya terkait pengelolaan dana hibah dari KONI Provinsi yang bersumber dari APBD.
Pasal 2 dan Pasal 3 UU No. 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi jo. UU No. 20 Tahun 2001, yang mengatur tentang memperkaya diri sendiri atau orang lain/korporasi yang dapat merugikan keuangan negara atau menyalahgunakan wewenang, menjadi ancaman nyata bagi pengurus Asprov yang terbukti menyelewengkan dana kompetisi.
Dalam waktu dekat, Aliansi Masyarakat Pecinta Sepakbola Babel akan merapatkan barisan dan bergerak secara legal.
“Aliansi akan kami bentuk secara resmi. Kami akan segera melakukan audensi ke Ketua DPRD, Ketua KONI Provinsi, serta ke Ketua Umum PSSI Pusat (Erick Thohir) untuk melaporkan skandal ini,” pungkas Coach Bachtiar Hamid.
Bola panas kini berada di tangan pengurus Asprov PSSI Babel. Pilihan mereka hanya dua: memberikan pertanggungjawaban yang transparan atau bersiap menghadapi konsekuensi hukum dan pemecatan massal oleh masyarakat sepak bola Babel***Tim/Red
Langsung ke konten











